Selain
sebagai kebutuhan manusia hidup, menikmati makanan dan minuman adalah salah
satu kesenangan saya. Selama ini saya menikmati buah dicampur air mineral, dalam
jus. Tentu dengan tambahan gula. Ada cara lain menikmati buah dan air, yaitu infused
water atau water spa. Saya tertarik mempelajari setelah menemukan
bukunya. Sebagaimana yang selalu saya lihat dari gaya hidup seorang teman. Ia menenteng
botol kaca berisi air mineral dan irisan buah jeruk lemon.
Buku ini ditulis oleh Feri Sulianta,
penulis 65 buku lebih, diterbitkan penerbit Andi, Yogyakarta, tahun 2016. Ada lima
bagian di dalamnya. Infused water adalah membiarkan nutrisi melebur
dengan air secara alami sehingga zat yang berguna tidak meluruh. Tanpa penambahan
gula, sebagaimana dalam jus, atau zat pengawet sebagaimana minuman kaleng. Tidak
hanya buah, sayur dan herba juga dapat digabungkan dengan air. Sementara dalam jus,
sayur dan herba segar menimbulkan cita rasa kurang berterima pada lidah. Di dalam
lemari pendingin infused water tahan hingga 4 hari, jus 24 jam mulai
berubah rasa, dan akan membusuk pada hari-hari berikutnya.
Bagi penderita sakit mag, yang tidak
bisa mengonsumsi buah bervitamin C dosis tinggi, seperti buah kiwi dan stoberi,
metode ini dapat menjadi solusi, karena tidak ada ampas yang dicerna. Begitu pun
bagi yang memiliki problem kegemukan, kombinasi mentimun dan jeruk lemon mampu
memelihara organ pencernaan, serta mengurangi nafsu makan. Manfaat lain rendah
gula, menjaga kelembapan kulit, meningkatkan daya ingat, dan menstabilkan suhu
tubuh.
Buah-buahan yang dipilih memiliki
struktur padat, tinggi kandungan air, tetapi tidak mudah terurai dalam air, contoh
stroberi, semangka, jeruk, pir, buah naga, anggur, apel, dll. Hindari buah beralkohol
tinggi, seperti nangka dan durian. Atau struktur buah mudah terurai dalam air
dan lunak: seperti tomat, melon, mangga, sirsak. Atau buah terlampau padat dan
minim air: pisang dan salak. Sedangkan sayuran, daun, dan bunga yang
dianjurkan: adas, bayam, brokoli, wortel, mawar, melati, kangkung, daun salam,
dll. Herba berupa akar, biji, bunga, dan daun: ginseng, jahe, lengkuas, kunci,
kayu manis, akar alang-alang. Dry material atau bahan mengalami pengeringan
sebelum digunakan dalam infused water adalah buah ceri kering, buah beri
kering, teh hijau, dan berbagai bunga yang biasa digunakan dalam aroma teh.
Wadah yang digunakan bisa gelas,
botol kaca, bekas botol selai, kendi, dan botol minuman plastik.
Alat-alat yang digunakan: pisau,
alas memotong, wadah menyimpan buah, sayur, dan herba, dan lemari pendingin. Gunakan
air bersih, tidak bau, tidak berwarna, seperti air dalam kemasan atau air rebusan
hingga mendidih. Potong buah dan sayur sesuai selera, kupas kulit buah untuk
menghindari pestisida. Memotong buah tidak terlalu kecil, buang bijinya, buang
bagian ujung.
Waktu mengonsumsi infused water
adalah pagi hari setelah bangun tidur, menjelang makan siang, dan menjelang
tidur malam.
Buku ini juga dilengkapi resep sejumlah
material untuk infused water. Contoh resep infused water Minty Cinnamon
Apple terdiri dari daun mint, kayu manis, apel, air, masing-masing lengkap
dengan ukurannya. Dan lampiran tabel manfaat bagi kesehatan, dan cocok untuk
dibuat infused water, dari golongan buah, sayur, dedaunan, bunga,
dan herba.
Banyak manfaat kesehatan infused
water. Cara membuatnya pun mudah. Tidak terasa buku setebal seratus halaman
ini selesai saya baca. Di samping materi, gambar warna buah-buahan dalam wadah-wadah
kaca, juga menarik. Terbayang saya menenteng botol kaca infused water berisi
buah lemon.
@@@







